Langsung ke konten utama

Bedak Bayi Mencegah Kanker Ovarium



Hakim di California memerintahkan produsen bedak bayi Johnson & Johnson untuk membayar ganti rugi senilai US$417 juta atau sekitar Rp 5,5 triliun kepada seorang wanita yang mengklaim bahwa dia terkena  kanker ovarium setelah menggunakan produk bedak untuk membersihkan organ kewanitaannya.

Keputusan hakim itu merupakan tuntutan terbesar yang menyebut, bahwa Jhonson & Jhonson mengabaikan hak konsumen, dengan tidak mencantumkan risiko kanker pada produk bedak tersebut.

Hakim menuduh perusahaan mengetahui risiko kanker dalam bedak itu, namun menyembunyikan informasi tersebut dari masyarakat.

Eva Echeverria, wanita berusia 63 tahun yang menuntut Johnson & Johnson untuk membayar ganti rugi US$ 417 juta itu menyatakan, bahwa ia menggunakan bedak bayi saat dia berusia 11 tahun.

Echeverria didiagnosis dokter menderita kanker ovarium pada 10 tahun lalu. Menurut pengacara Echeverria, diagnosis itu bersifat terminal.

Namun, juru bicara Johnson & Johnson Consumer Inc, Carol Goodrich membantah bahwa perusahaan mengabaikan hak-hak konsumen.

"Kami mengajukan banding atas keputusan hakim karena produk Johnson & Johnson telah memenuhi persyaratan kesehatan," ucapnya seperti dilansir dari BBC News, Selasa (22/8/2017).

Goodrich menegaskan bahwa bedak talek sebagai pemicu terjadinya  kanker ovarium merupakan suatu kesimpulan yang tidak mendasar.

Johnson & Johnson yang berkantor pusat di New Jersey menghadapi ribuan klaim dari wanita yang menggunakan bedak talek untuk menghilangkan bau dan kelembaban pada organ intim. Sebelumnya Johnson & Johnson juga menghadapi kasus serupa di Missouri yang membuat perusahaan multinasional itu dituntut ganti rugi US$ 300 juta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PT Central Mega Kencana Yang Memayungi Tiga Merek Perhiasan Kelas Premium

PT Central Mega Kencana yang memayungi tiga merek perhiasan kelas premium, Frank & Co, Miss Mondial, dan The Palace meluncurkan koleksi cincin kawin terbaru dengan menggandeng tiga desainer, yakni Tex Saverio, Sebastian Gunawan, dan Anne Avantie.
Koleksi ini dipamerkan dalam ajang Wedding Fair Jakarta di Jakarta Convention Center. COO PT Central Mega Kencana Petronella Soan mengatakan cincin kawin adalah lambang utama dalam pernikahan yang melambangkan komitmen antara laki-laki dan perempuan.
Namun, banyak pasangan yang belum menginvestasikan waktunya untuk serius memilih cincin kawin yang sebetulnya menjadi benda yang akan bertahan setelah upacara pernikahan itu sendiri.
Koleksi ini juga menjadi saran edukasi bagi para konsumen bahwa pembuatan cincin kawin dan esensi dari desainnya memiliki posisi sama pentingnya dengan busana pernikahan.
“Pasangan harus memilih cincin kawin dengan seksama untuk merepresentasikan kepribadian dan keunikan hubungan masing-masing. Kami harap variasi yan…

Begini Cara Tingkatkan Harga Jual Rumah Tanpa Kuras Biaya

Saat mau menjual rumah, semua orang tentu menginginkan jualannya dapat laku dengan harga tinggi. Agar tujuan ini tercapai, ada baiknya menyusun strategi yang nantinya dapat meningkatkan harga rumah di Jakarta. Tidak perlu keluar biaya mahal, apalagi sampai merenovasi rumah habis-habisan.
Yang penting, kamu bisa membuat calon pembeli terpikat dengan rumahmu. Sehingga calon pembeli akan berusaha semaksimal mungkin memiliki rumah itu. Berikut ini beberapa cara untuk meningkatkan harga jual rumah:
Cat Ulang rumah Hal pertama yang harus kamu lakukan agar harga jual rumah meningkat adalah mencat ulang rumah. Jika dibandingkan dengan peningkatan harga yang bisa diperoleh, biaya mencat tidak lah besar. Gunakan warna yang menarik, indah dan enak dipandang sekaligus menimbulkan rasa nyaman penghuninya. Sekadar saran, lakukan kombinasi warna cat agar tidak membosankan saat dipandang oleh calon pembeli.
Membangun pagar Selanjutnya, perbaiki pagar dan cat ulang. Bila rumah kamu tidak berada di komplek…

Kaesang Telah Menciptakan Produk Kaos Kolektor Kecebong

Putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep, telah meluncurkan produk kreatifnya kaos dengan logo "Kolektor Kecebong" di kawasan Car Free Day tepatnya dekat bundaran Gladak Jalan Slamet Riyadi Solo, Minggu (27/8/2017).
Kaos produk kreatif Kaesang Pangarep yang dijual seharga Rp150 ribu per buah dan digelar kawasan CFD itu menjadi perhatian para pengunjung, serta penjualannya sudah mencapai ratusan kaos dengan tema "Sang Java".
Kaesang yang menciptakan produk kaos Kolektor Kecebong tersebut menggambarkan sejumlah kebiasaan masyarakat terkait ketergantungan dengan media sosial (medsos) yang lagi ngetren sekarang.
"Ide kreatif hingga produksi dilakukan di Kota Solo. Banyak teman yang mendukung ide itu. Saya sambil belajar menggeluti bisnis ini, sambil kuliah," kata putra ketiga Presiden Jokowi tersebut.
Kaesang yang dilahirkan di Surakarta pada 24 Desember 1994 tersebut mengaku dirinya segera mengeluarkan desain kaos barunya pada satu dua minggu…