Langsung ke konten utama

Pembentukan Terbaru Perpustakaan Obat Tradisional Pertama di Indonesia


Selain memiliki kekayaan budaya dan bahasa, Indonesia memiliki beragam kekayaan alam berupa tumbuh-tumbuhan tradisional yang memilikki banyak manfaat untuk kesehatan.

Obat tradisional di Indonesia lebih dikenal sebagai obat herbal tradisional. Sebagian orang mempercayai obat herbal lebih alami dan mampu untuk menyembuhkan beberapa penyakit. Penemuan obat-obatan adalah sebuah proses panjang dan mahal.

Dengan demikian, percepatan dan efektivitas proses tersebut adalah sebuah keniscayaan. Dalam konteks Indonesia, hal ini dapat dilakukan dengan mengambil keuntungan tersedianya sumber-sumber bahan alam baik dari biota lautan maupun daratan.

Salah satu cara yang mungkin untuk melakukan kegiatan ini adalah dengan melakukan penyaringan molekuler untuk mendapatkan senyawa aktif dan atau ekstrak dari berbagai tanaman dan atau sumbersumber lain dengan potensi medis.

Diantara tanaman-tanaman tersebut adalah mangrove (bakau) dan asosiasi mangrove yang menyebar seluas 3,6 juta hektar hutan mangrove yang tumbuh di sepanjang 95.000 km pantai Indonesia. Mangrove Indonesia mewakili sekitar 23 persen total hutan mangrove dunia.

Di samping itu, obat herbal tradisional Indonesia juga merupakan sumber yang sangat berharga. Agar dapat melakukan penyaringan molekuler atau ekstrak, pembangunan extract library merupakan keharusan.

Dengan data-data objektif tersebut membuat salah satu universitas di Indonesia, Swiss German University (SGU) membentuk konsorsium dengan IPB, Pusat Penelitian Kimia LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Universitas Lampung, dan Universitas Esa Unggul yang berinisiatif membangun extract library Indonesia yang dimana perpustakaan ini merupakan perpustakaan yang akan memberikaan banyak informasi yang berkaitan dengan obat-obatan tradisional.

Terkait hal itu, SGU mengadakan acara Focus Group Discussion (FGD) dengan anggota konsorsium extract library Indonesia yang membahas mengenai rencana kedepan untuk mengembangkan extract library Indonesia.

“Dalam jangka waktu dekat berencana akan meng-update informasi dan perkembangan penelitiannya melalui website yang sudah disiapkan. Dan diharapkan juga ke depannya akan ada pertemuan maupun dukungan dari pemerintah mengenai hal ini,” ungkap peneliti SGU Kholis Abdurachim Audah dalam siaran pers, Senin (14/8/2017).

Pembentukan konsorsium yang diinisiasi oleh Kholis ini juga menggandeng salah satu BUMN dalam bidang obat-obatan yaitu PT Indofarma, Tbk.

Adapun, pembentukan konsorsium extract library ini mempunyai tiga tujuan utama yaitu pertama, untuk menginisiasi pembentukan sebuah konsorsium untuk pengembangan. Kedua, untuk mensinkronkan usaha penemuan obat-obatan baru, tetapi tidak terbatas hanya pada zat-zat antimikroba, antikanker dan obat penyakit-penyakit lainnya.

Ketiga, yang merupakan tujuan jangka panjang yaitu untuk membangunan kapasitas untuk tingkat produksi dengan skrining yang tinggi untuk ekstrak atau senyawa dengan teknologi paling mutakhir yang tersedia.

Di dalam acara tersebut SGU mengundang beberapa pembicara yang berkompeten dibidangnya salah satunya yaitu Dr. Agus Haryono M.Sc. yang mengatakan bahwa “Pihak Pusat Penelitian Kimia LIPI sangat mendukung kegiatan FGD yang diinisiasi oleh Swiss German University ini dan ikut mendorong pembentukan konsorsium Extract Library Indonesia.”

Melalui acara ini pula, peneliti SGU Kholis Abdurachim Audah berharap dengan terbentuknya konsorsium untuk pembangunan Extract Library di Indonesia dapat mengakselerasi penemuan obat-obatan yang memanfaatkan kekayaan alam Indonesia dan penemuan obat-obatan dapat lebih terkoordinasi dengan baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PT Central Mega Kencana Yang Memayungi Tiga Merek Perhiasan Kelas Premium

PT Central Mega Kencana yang memayungi tiga merek perhiasan kelas premium, Frank & Co, Miss Mondial, dan The Palace meluncurkan koleksi cincin kawin terbaru dengan menggandeng tiga desainer, yakni Tex Saverio, Sebastian Gunawan, dan Anne Avantie.
Koleksi ini dipamerkan dalam ajang Wedding Fair Jakarta di Jakarta Convention Center. COO PT Central Mega Kencana Petronella Soan mengatakan cincin kawin adalah lambang utama dalam pernikahan yang melambangkan komitmen antara laki-laki dan perempuan.
Namun, banyak pasangan yang belum menginvestasikan waktunya untuk serius memilih cincin kawin yang sebetulnya menjadi benda yang akan bertahan setelah upacara pernikahan itu sendiri.
Koleksi ini juga menjadi saran edukasi bagi para konsumen bahwa pembuatan cincin kawin dan esensi dari desainnya memiliki posisi sama pentingnya dengan busana pernikahan.
“Pasangan harus memilih cincin kawin dengan seksama untuk merepresentasikan kepribadian dan keunikan hubungan masing-masing. Kami harap variasi yan…

Begini Cara Tingkatkan Harga Jual Rumah Tanpa Kuras Biaya

Saat mau menjual rumah, semua orang tentu menginginkan jualannya dapat laku dengan harga tinggi. Agar tujuan ini tercapai, ada baiknya menyusun strategi yang nantinya dapat meningkatkan harga rumah di Jakarta. Tidak perlu keluar biaya mahal, apalagi sampai merenovasi rumah habis-habisan.
Yang penting, kamu bisa membuat calon pembeli terpikat dengan rumahmu. Sehingga calon pembeli akan berusaha semaksimal mungkin memiliki rumah itu. Berikut ini beberapa cara untuk meningkatkan harga jual rumah:
Cat Ulang rumah Hal pertama yang harus kamu lakukan agar harga jual rumah meningkat adalah mencat ulang rumah. Jika dibandingkan dengan peningkatan harga yang bisa diperoleh, biaya mencat tidak lah besar. Gunakan warna yang menarik, indah dan enak dipandang sekaligus menimbulkan rasa nyaman penghuninya. Sekadar saran, lakukan kombinasi warna cat agar tidak membosankan saat dipandang oleh calon pembeli.
Membangun pagar Selanjutnya, perbaiki pagar dan cat ulang. Bila rumah kamu tidak berada di komplek…

Kaesang Telah Menciptakan Produk Kaos Kolektor Kecebong

Putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep, telah meluncurkan produk kreatifnya kaos dengan logo "Kolektor Kecebong" di kawasan Car Free Day tepatnya dekat bundaran Gladak Jalan Slamet Riyadi Solo, Minggu (27/8/2017).
Kaos produk kreatif Kaesang Pangarep yang dijual seharga Rp150 ribu per buah dan digelar kawasan CFD itu menjadi perhatian para pengunjung, serta penjualannya sudah mencapai ratusan kaos dengan tema "Sang Java".
Kaesang yang menciptakan produk kaos Kolektor Kecebong tersebut menggambarkan sejumlah kebiasaan masyarakat terkait ketergantungan dengan media sosial (medsos) yang lagi ngetren sekarang.
"Ide kreatif hingga produksi dilakukan di Kota Solo. Banyak teman yang mendukung ide itu. Saya sambil belajar menggeluti bisnis ini, sambil kuliah," kata putra ketiga Presiden Jokowi tersebut.
Kaesang yang dilahirkan di Surakarta pada 24 Desember 1994 tersebut mengaku dirinya segera mengeluarkan desain kaos barunya pada satu dua minggu…