Langsung ke konten utama

Promotif dan Preventif Mendukung Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)


Perusahaan farmasi multinasional AstraZeneca menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Kesehatan dalam program penanganan dan pencegahan penyakit tidak menular, khususnya jantung, metabolisme, paru, dan kanker, serta upaya kesehatan promotif dan preventif yang mendukung program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

Kerangka kerja sama ini mendukung pencapaian program Sustainable Development Goals (SDGs) di bidang kesehatan di Indonesia.

Dr. Karen J Atkin, Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia, mengatakan kerja sama dengan Kementerian Kesehatan mencakup program antara lain pengendalian penyakit tidak menular, yang selaras dengan program AstraZeneca, yaitu Healthy Lung, meliputi diagnosa dan manajemen terapi asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) dan kanker paru, serta pengembangan lebih banyak Pusat Inhalasi dan pusat diagnostik spesialis untuk deteksi pasien kanker paru.

"Selain itu juga ada program Young Health Programme dan Early Action in Diabetes serta program edukasi dan best practice sharing on government health funancing, untuk mendukung keberlangsungan sistem Jaminan Kesehatan Nasional," ujarnya di Jakarta, Senin (14/8/2017).

Kerjasama ini merupakan kerjasama yang kedua kalinya antara AstraZeneca dan Kementerian Kesehatan, dengan jangkauan yang lebih luas selama 3 tahun ke depan, melalui penanganan kebutuhan pasien Indonesia yang tidak terpenuhi dalam hal penyakit asma, kardiovaskular, diabetes, serta kanker.

Menurut data WHO, penyakit tidak menular diperkirakan menjadi penyebab sebesar 71% dari seluruh kematian di Indonesia. Penyebab kematian lain seperti stroke (nomor 1 tertinggi), penyakit kardiovaskular (nomor 2 tertinggi), diabetes (nomor 3 tertinggi), penyakit paru (nomor 6 tertinggi), kanker paru (nomor 12 tertinggi), dan asma (nomor 13 tertinggi), merupakan penyakit penyebab kematian terbanyak di Indonesia menurut data World Life Expectancy.

Sebagai perusahaan farmasi yang fokus dalam pengembangan pengobatan kardiovaskuler, diabetes, respiratori dan kanker, AstraZeneca berkomitmen untuk bekerjasama dengan tenaga medis, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan penderita penyakit tidak menular mendapatkan akses pengobatan yang dibutuhkan.

Mempertimbangkan bahwa penyakit asma merupakan penyebab kematian ke-13 di Indonesia, dan hanya 54% yang terdiagnosa serta hanya 30%-nya yang terkontrol (Indonesia Asthma Market Research, 2015), AstraZeneca telah menyusun 2 program, yaitu program Healthy Lung yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas tenaga kesehatan di Puskemas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dalam hal diagnosis dan terapi penyakit asma, dan PPOK, termasuk didalamnya diagnosa risiko penyakit kanker paru pada pasien tuberkulosis.

Sepanjang tahun 2014-2017, AstraZeneca telah mendonasikan 7.000 tes diagnostik mutasi EGFR gratis untuk pasien BPJS penderita kanker paru dan membangun 11 laboratorium untuk tes mutasi e-GFR, mutasi yang paling sering menyebabkan kanker paru.

AstraZeneca baru saja meluncurkan tes diagnostic EGFR berbasis darah gratis untuk pasien BPJS untuk memastikan bahwa diagnosa kanker paru yang baik akan menjangkau lebih banyak pasien dengan menggunakan circulating tumour DNA (ct-DNA), dan akan memperluas diagnosa kanker paru untuk segmen pasien yang lebih luas seperti penderita tuberkulosis.

Program pertama di MoU juga memfokuskan pada pengembangan dan monitoring Pusat Inhalasi yang termasuk didalamnya penyediaan Nebulizer dan edukasi di puskemas dan rumah sakit mitra. Program ini sebagai kelanjutan program CSR periode 2014-2017 dengan Kementerian Kesehatan, dimana pada tahun 2015-2016 sudah dibangun 126 Pusat Inhalasi kerjasama AstraZeneca dengan berbagai puskesmas dan RSUD di berbagai daerah di Indonesia.

Ke depan, AstraZeneca ingin memastikan bahwa sebagian besar Puskesmas di wilayan DKI Jakarta mempunyai kemampuan menggunakan nebulizer untuk merawat pasien asma. Secara global, sebanyak 38 juta orang setiap tahunnya meninggal akibat penyakit tidak menular. Bagian kedua dari MoU adalah dukungan

AstraZeneca terhadap program pemerintah dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) melalui pelaksanaan 2 program kesehatan preventif dan promotif. Program pertama adalah Young Health Program yang menargetkan generasi muda di bawah umur 30 tahun, dengan fokus pada pengurangan faktor risiko penyakit tidak menular, terutama penyakit paru yang disebabkan oleh merokok.

Program kedua adalah Early Action in Diabetes, khusus dirancang untuk menurunkan risiko diabetes melalui edukasi kepada komunitas-komunitas, dan meningkatkan kemampuan diagnosa dan manajemen di tingkat Puskesmas.

Kegiatan ketiga di dalam MoU melibatkan dukungan AstraZeneca bagi upaya layanan kesehatan pemerintah, melalui program edukasi dan Best Practice Sharing on Health Financing, untuk meningkatkan kemampuan dan kapabilitas tenaga administrasi kesehatan dan staf rumah sakit dalam akurasi administrasi rumah sakit terkait Health Financing di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Seminar dan workshop juga akan diselenggarakan bekerja sama dengan lembaga atau perhimpunan medis.

Melalui program ini, AstraZeneca, juga bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan, akan berbagi pengalaman terkait Health Financing kepada tim Farmaekonomi di Kementerian Kesehatan dan tim Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan (P2JK).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PT Central Mega Kencana Yang Memayungi Tiga Merek Perhiasan Kelas Premium

PT Central Mega Kencana yang memayungi tiga merek perhiasan kelas premium, Frank & Co, Miss Mondial, dan The Palace meluncurkan koleksi cincin kawin terbaru dengan menggandeng tiga desainer, yakni Tex Saverio, Sebastian Gunawan, dan Anne Avantie.
Koleksi ini dipamerkan dalam ajang Wedding Fair Jakarta di Jakarta Convention Center. COO PT Central Mega Kencana Petronella Soan mengatakan cincin kawin adalah lambang utama dalam pernikahan yang melambangkan komitmen antara laki-laki dan perempuan.
Namun, banyak pasangan yang belum menginvestasikan waktunya untuk serius memilih cincin kawin yang sebetulnya menjadi benda yang akan bertahan setelah upacara pernikahan itu sendiri.
Koleksi ini juga menjadi saran edukasi bagi para konsumen bahwa pembuatan cincin kawin dan esensi dari desainnya memiliki posisi sama pentingnya dengan busana pernikahan.
“Pasangan harus memilih cincin kawin dengan seksama untuk merepresentasikan kepribadian dan keunikan hubungan masing-masing. Kami harap variasi yan…

Begini Cara Tingkatkan Harga Jual Rumah Tanpa Kuras Biaya

Saat mau menjual rumah, semua orang tentu menginginkan jualannya dapat laku dengan harga tinggi. Agar tujuan ini tercapai, ada baiknya menyusun strategi yang nantinya dapat meningkatkan harga rumah di Jakarta. Tidak perlu keluar biaya mahal, apalagi sampai merenovasi rumah habis-habisan.
Yang penting, kamu bisa membuat calon pembeli terpikat dengan rumahmu. Sehingga calon pembeli akan berusaha semaksimal mungkin memiliki rumah itu. Berikut ini beberapa cara untuk meningkatkan harga jual rumah:
Cat Ulang rumah Hal pertama yang harus kamu lakukan agar harga jual rumah meningkat adalah mencat ulang rumah. Jika dibandingkan dengan peningkatan harga yang bisa diperoleh, biaya mencat tidak lah besar. Gunakan warna yang menarik, indah dan enak dipandang sekaligus menimbulkan rasa nyaman penghuninya. Sekadar saran, lakukan kombinasi warna cat agar tidak membosankan saat dipandang oleh calon pembeli.
Membangun pagar Selanjutnya, perbaiki pagar dan cat ulang. Bila rumah kamu tidak berada di komplek…

Kaesang Telah Menciptakan Produk Kaos Kolektor Kecebong

Putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep, telah meluncurkan produk kreatifnya kaos dengan logo "Kolektor Kecebong" di kawasan Car Free Day tepatnya dekat bundaran Gladak Jalan Slamet Riyadi Solo, Minggu (27/8/2017).
Kaos produk kreatif Kaesang Pangarep yang dijual seharga Rp150 ribu per buah dan digelar kawasan CFD itu menjadi perhatian para pengunjung, serta penjualannya sudah mencapai ratusan kaos dengan tema "Sang Java".
Kaesang yang menciptakan produk kaos Kolektor Kecebong tersebut menggambarkan sejumlah kebiasaan masyarakat terkait ketergantungan dengan media sosial (medsos) yang lagi ngetren sekarang.
"Ide kreatif hingga produksi dilakukan di Kota Solo. Banyak teman yang mendukung ide itu. Saya sambil belajar menggeluti bisnis ini, sambil kuliah," kata putra ketiga Presiden Jokowi tersebut.
Kaesang yang dilahirkan di Surakarta pada 24 Desember 1994 tersebut mengaku dirinya segera mengeluarkan desain kaos barunya pada satu dua minggu…